Rabu Sore (7/3) yang cerah menyemangati rekan-rekan di Semarang untuk melanjutkan pembahasan minggu lalu mengenai buku LIFE WORKBOOK karya Bapak Anand Krishna, minggu ini AKIC Semarang membahas mengenai bab “Tekun dan Bersemangatlah Selalu”. Study Circle yg dimoderatori Bro Erwin, dengan pembahas kali ini adalah Bro Teguh Haryanto. Menurut Bapak Anand Krishna di bukut tsb, bahwa ada 4 hal yang patut dikerjakan manusia, yaitu Dharma atau kebajikan, Artha atau uang materi, Kama atau nafsu keinginan, yg hal 3 pertama merupakan tujuan2 dalam hidup manusia. Akan tetapi tujuan akhirnya adalah moksha atau kebebasan.
Salah satu penjabaran dari kebajikan di kehidupan sehari-hari adalah penghematan penggunaan bahan pokok, seperti menghindari impor bahan pokok gandum, yang seharusnya bisa diganti dengan bahan tepung singkong. Bahkan selama ini kita mengimpor garam dan sayur dari luar. Sedangkan di dalam negeri sendiri untuk memproduksi 1 liter beras, ternyata dibutuhkan 40 liter air. Sungguh memboroskan sumber daya alam kita. Mengapa tidak beralih ke singkong, jagung dan ubi-ubian? Dengan mengkonsumsi nasi hanya satu kali sehari, kita bisa menghemat air di bumi ini.
Lalu ada kisah Mulla Nasarudin bersama anak dan keledainya yang kurus kerempeng. Dia selalu dikritik orang, baik itu saat dia naik keledai dan anaknya yg berjalan, giriliran anaknya naik keledai dan Mulla yang berjalan, bahkan saat mereka berdua menunggangi keledai maupun tidak menungganginya. Ditambahkan oleh bro Prayit bahwa kita tidak usah terlalu terbawa kritikan orang, sebab apapun yang kita lakukan pasti jadi omongan, dan dilanjutkan oleh bro Pranoto bahwa baik-buruk, tepat-tidak tepat , apapun yang kita kerjakan pasti ada saja yang memberikan komentar. Kemudian Bp. Triwidodo menambahkan tetang kama, bahwa kita harus berhati-hati dengan tarikan energy dari luar yang bisa menarik kita keluar jalur.
Setelah diskusi diakhiri dilanjutkan latihan bersama “Mengendalikan nafas dengan Pernafasan Perut” yang difasilitasi oleh Sdr. Erwin Thomas, sesuai dengan yang ada di buku tersebut. Dengan melakukan latihan tersebut, kita mengisi ruang di perut kita dengan oksigen, sehingga bisa menghindarkan dari gangguan pencernaan. Tentunya menyehatkan tubuh secara keseluruhan, sekaligus menyegarkan pikiran kita.
Malam itu, pertemuan yang dihadiri oleh belasan orang dari kalangan mahasiswa dan umum, diakhiri dengan rasa syukur dan kedamaian.
Terimakasih Bapak Anand Krishna atas pandangan dan latihan-latihannya. _/\_


