Panas dan membara itu yang kami rasakan siang itu Sabtu 11 November 2006 saat kami menyertai Bapak Anand Krishna memenuhi undangan Panitia pelantikan DPC PDIP Tabanan untuk memberikan materi dalam seminar yang mendatangkan 4 orang pembicara. Diantaranya adalah Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, Prof Pitana, Prof Wirawan. Dalam kesempatan itu hadir juga Pramono Anung, Dewi Jaksa, Bupati Tabanan, Bupati Jembrana, Made Sudana ketua PDIP Tabanan dll.
Materi yang diberikan kepada Bapak Anand Krishna adalah Pancasila dan apa yang kita hadappi sekarang ini, Bapak Anand Krishna menyampaikan bahwa mimpi Bung Karno masih menjadi mimpi. Membangun dunia baru masih menjadi mimpi sementara kita sudah ditantang memasuki era global. Dan persiapan kita seperti apa? Sesungguhnya Pancasila adalah Saripati Budaya Bangsa. Memahami Pancasila tidak mungkin tanpa memahami Bung Karno. Pertama-tama kita harus memahami Bung Karno. Sehingga kalau ada partai-partai yang mengelabui masyarakat dengan mengatakan sudah memahami Pancasila tetapi tidak menerima Bung Karno tentu ini tidak bisa diterima.
Menurut Bapak Anand Krishna, dengan kerendahan hatinya Bung Karno mengatakan beliau adalah sebagai penggali Pancasila. Kearifan lokal yang ada di Indonesia itu banyak sekali tetapi kenapa hanya lima butir yang diangkat oleh Bung Karno? Ini adalah kearifan Bung Karno untuk memilih lima kearifan lokal diantara sekian banyak kearifan, itulah kebijaksanaan Bung Karno. Bisa anda bayangkan bagaimana anda dapat meletakkan Kebangsaan, Ketuhanan, Perikemanusiaan sejajar di butir pertama? Tentu tidak bisa. Bung Karno melihat lebih jauh, bahwa pancasila tidak boleh dijadikan sebagai azas sebuah partai. Pancasila adalah landasan kita bernegara. Begitu kita mengatakan Pancasila sebagai sebuah partai, maka ada partai lain yang menentang dan memilih azas lain. Untuk itu mari kita kembali kepada pemikiran awal Bung Karno yang masih jernih sekali pikirannya, yang sedang memimpikan dunia baru, demikian yang diserukan Bapak Anand Krishna.
Ketuhanan adalah sesuatu yang mewarnai seluruh kehidupan kita inilah konsep Tat Wam Asi. Beliau juga menjadikan Tat Wam Asi sebagai slogan Departement Sosial. Aku adalah Kau, Kau adalah Aku. Tat Wam Asi menjadi dasar yang mewarnai seluruh kehidupan manusia. Tetapi setelah itu yang utama, first and than for most adalah kebangsaan.
Demi kebangsaan itu kalau kita melihat dan memahami obsesi Bung Karno dan masih setia terhadap obsesi itu, apa yang kita hadapi sekarang tidak akan pernah kita hadapi. Syahrir dan Nasir berseberangan dengan beliau, tetapi beliau mengalah dan mengakomodir demi persatuan dan kesatuan. Syahrir mengatakan demokrasi harus terbuka sekali dari awal. Tentu tidak bisa diterapkan seperti itu saat itu. Hingga pada suatu ketika Bung Karno menjelaskan pada orang-orang di desa presiden itu apa? Dan Bung Karno menjelaskan “Kalian semua kenal lurah khan? Diatas RT ada Lurah. Nah lurah, lurah lurahnya lurah yang paling atas itu adalah presiden”.
Dengan masyarakat seperti itu kalau kita berbicara demokrasi yang bebas sekali maka kita tidak akan pernah berhasil. Kita membutuhkan demokrasi yang khas Indonesia. Wawasan masyarakat di pedesaan tentang politik belum matang. Masyarakat yang seperti ini kalau disuruh memilih presiden langsung maka akan dan telah mencelakakan bangsa ini. Di Amerika ada berapa partai dan di Indonesia ada berapa? Ini juga menjadi pertimbangan. Menurut Bapak Anand Krishna kita harus menyadari, sesungguhnya tujuan kita apa? Tujuan kita berpartai saja atau berpartai untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Kita harus jelas sekali kalau tujuan kita hanya berantem hanya berpartai saja? Silahkan! Kalau tujuan kita lebih dari itu maka pertama-tama kita harus memahami tujuan Bung Karno.
Pertama-tama Unity, kebangsaan. Tanpa adanya kebangsaan tanpa adanya cinta terhadap negara dan bangsa apa yang akan kita kerjakan? Keadilan sosial cerita lain, cerita besok, hari ini masih bersatu apa tidak? Perda-perda yang ada, yang membuat seorang anak yang beragama Hindu di Cilegon tidak bisa mendapatkan guru agama Hindu di sekolahnya harus ditentang. Setiap partai yang tidak menentang salah satu perda-perda yang berbasis salah satu agama tertentu entah agama itu Hindu, Budha, Islam atau apapun juga. Partai yang tidak menentang secara tegas akan mengkhianati jiwa Bung Karno dan jangan pikir Bung Karno akan memaafkan kita. Partai itu tidak akan pernah berjaya. Kita harus secara tegas mengatakan tidak! Tidak bisa mengatakan tidak dengan kompromi. TIDAK!
Anak-anak kita disalah satu daerah di Indonesia juga dikenakan denda 5000 rupiah jika tidak menggunakan jilbab ke sekolah. Apakah partai-partai kita mendengar juga tentang cerita hal itu? Apakah kita harus diam? Anda diam maka 16 tahun lagi kita akan menciptakan Hisbullah disini. Bapak Anand Krishna mengharapkan bulan depan bisa mengajak teman yaitu cucu seorang Mufty di Syiria ulama terbesar di Syria ke Bali, untuk menjelaskan ketika mereka diam maka kelompok-kelompok radikal sekarang bersatu menjadi Hisbullah dan bisa menyandera seluruh bangsa dan rakyat Libanon. Perang yang terjadi itu bukanlah antara rakyat Libanon dan Istrael melainkan Istrael dan suatu kelompok radikal atau Hisbulah. Dan kita disini tidak hanya satu tapi banyak kelompok-kelompok radikal.
Sebagai partai yang menggunakan nama Bung Karno bukan sebagai maskot tetapi sebagai suatu semangat di balik partai itu sendiri bagaimana sikap kita? Kita harus mengatakan tidak. Tidak bisa seorang yang kita anggap panutan di dalam partai kita mendatangi kelompok-kelompok radikal ini dan mengadakan hubungan-hubungan yang beliau katakan perselingkuhan politik. Tidak bisa.
Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi kita akan mengkhianati roh Bung Karno dan kita akan kembali tenggelam kita tidak akan berjaya lagi. Kita harus bersikap di sekitar jakarta kita melihat jakarta sudah dikepung. Bogor besok-besok sudah akan menerapkan perda-perda yang ada syariatnya, Banten, Cilegon, Jakarta sudah dikepung. Sebentar lagi kalau Sutiyoso sudah nggak ada Jakarta bisa hilang dan Jakarta sebagai ibukota hilang Indonesia bisa hilang. Kita nggak tahu.
Pancasila bukan sebagai slogan, Pancasila adalah Roh kita, Ki Hajar Dewantoro mengatakan Pancasila adalah Saripati Budaya kita. Bung Karno mengatakan kebangsaan bukan hal yang sempit, tapi seperti bunga yang ada di Taman Sari Dunia Peri kemanusiaan.
Untuk mencapai itu demokrasi kita bukan demokrasi mayoritas harus selalu menang dan minoritas harus selalu cengeng. Demokrasi kita kata Bung Karno adalah kemufakatan, bahasa arab tapi orang arab lupa apa itu kemufakatan. Mufakat diketahui kalau kita belajar dari sejarah. Mufakat ada dijaman Jahiliah. Coba pelajari kembali sejarah. Para kabilah-kabilah dari setiap negara bagian akan berkumpul di Mekah dan mengambil keputusan bersama itu adalah mufakat. Kemufakatan berdasar pada one for all all for all. Bukan mayoritas harus menindas bukan minoritas harus cengeng minta dikasihani bukan tapi kita memahami tujuan kita berdemokrasi apa persatuan dan kesatuan. Dari situ baru hasilnya adalah keadilan sosial.
Bapak Anand Krishna menceritakan pengalaman beliau 2 tahun yang lalu ketika diundang disalah satu kantor pejabat tinggi dan disana beliau berbicara dengan satu pejabat tinggi. Bapak Anand Krishna mengatakan krisis yang kita hadapi ini adalah krisis kebangsaan. Saat itu banyak pejabat yang menertawakan. Mereka mengatakan krisis yang kita alami adalah krisis ekonomi krisis ini krisis itu. Tentu tidak! Krisis yang kita alami adalah krisis kebangsaan. This country has been miss manage. Kalau kita mengumpamakan negara ini suatu perusahaan, pengolahannya sudah salah dan untuk memperbaiki pengolahan itu cukup waktu tetapi dibalik semua itu yang dibutuhkan kesatuan dan persatuan terlebih dulu.
Partai PDI adalah partai terbesar di Indonesia, dan partai terbesar tidak banyak disenangi banyak orang. Saya tidak melihat partai PDIP sebagai suatu partai saja. Partai ini adalah aset bangsa, yang harus dilindungi. Jangan sampai ada serangan dari kanan-dari kiri, sehingga harus diselamatkan. Kita harus melihat kejadian-kejadian di Bali di Jembrana di Tabanan di manapun banyak kejadian yang mengarah pada perpecahan. Apa adanya kepentingan di Balik itu? Secara arif juga harus duduk bersama dan memutuskan bersama mulai sekarang “no more mistake” jangan try and error lagi. Satu kesalahan kita perbuat dan kita akan di pecah belah dan perpecahan PDIP adalah perpecahan nasional kita PDIP harus mengambil langkah memprakarsai front nasional bersama mengundang partai-partai nasional. Dengan adanya front nasional yang berbasiskan agenda nasional. Dengan ini kita bisa mengcounter kekuatan-kekuatan lain.
Bung Karno mengingatkan kita akan bahaya neo imperialisme. Bukan hanya barat wujud dari imperialisme. Neo imperialisme bisa datang dari Cina. Infrastruktur kita industri kita dihancurkan oleh Cina dengan membanjirnya barang-barang ke Indonesia. Barang yang bisa dibeli harga 5000 disini di Cina kita beli dengan harga 10000. sengaja dihancurkan Bohlam yang dibuat oleh maspion itu sekarang tidak dibuat oleh maspion. Perusahaan biskuit kita pindah ke malaysia. Kita makan biskuit dari malaysia dan vietnam. Semuanya kita import. Buah-buahan, Touge kita import. Di pasar induk jakarta sayur mayur setiap hari datang dari Cina. Kita sudah mengalami masalah yang besar sekali. 800 juta dollar kita buang dalam 8 bulan untuk mengimport barang yang menjadi kotoran. uang menguap. Oleh karena itu partai PDIP harus bersatu padu untuk menjawab isue2 yang membara ini. Bukan soal kecil2 soal miras soal cewek kita terpecah belah tidak bisa kita tidak boleh terpecah belah kita harus berani mengatakan kalau itu baik baik kalau jelek jelek. Dan kita harus berani mengalah Bukan soal kecil-kecil soal miras soal cewek. Kalau miras tidak perlu untuk tabanan mari kita tutup perusahaannya. Kenapa kita harus ngotot? Kita harus menjalankan usaha kita untuk memikirkan kesatuan dan persatuan bangsa.
Neo imperialisme datang dari Arab Saudi. Wahabiisme yang disebut Islam di Indonesia bukan Islam tetapi paham Wahabi yang di Timur tengah sendiri tidak laku kecuali di Arab Saudi. Celakanya semua orang kita yang naik haji tidak mengerti ini hanya mengerti Islam yang ada di Medinah dan itu bukan Islam tetapi Wahabiisme. Ini akan mengacaukan kita di Masjid2 di desa2 ,para dai para kyai para pendakwah semuanya terpengaruh dengan wahabi ini. Kalau kita tidak cepat2 mengatasi hal ini jangan 12 tahun dalam 2 tahun indonesia beliau perkirakan akan terpecah menjadi 5-6 negara. Pasti.
Bali boleh bilang bersatu-bersatu tapi kalau orang Bali dizalimi di luar Bali akan minta merdeka. Papuapun akan minta merdeka. Untuk menyelamatkan negeri ini PDIP harus punya agenda yang jelas sekali kalau perlu kerjasama dengan GolKar, silahkan kerjasama kalau perlu kerjasama dengan partai Demokrat silahkan kerjasama! Kalau perlu menciptakan frame bersama minimum agenda. Sepakati minimum agenda kita apa. Selama 5 tahun ke depan. Kalau nggak dalam 5 tahun ke depan kita akan kehilangan Indonesia. Saya banyak data saya punya banyak orang2 dari luar negeri yang dapat memberikan kesaksian.
<b>Pramono Anung</b>
Secara pribadi Bapak Pramono Anung sekjen PDIP sangat bahagia, menurut beliau, belum pernah hadir dalam acara yang ada nuansa dan suasana yang seperti ini. Apalagi dihadiri oleh rohaniawan Bapak Anand Krishna tokoh yang beliau kagumi. Saya membaca buku Bapak Anand Krishna hampir semuanya saya Bapak Anand Krishna menyampaikan pikiran-pikiran tadi terutama tentang kebangsaan kesatuan persatuan dsb sesungguhnya menurut Bapak Pramono Anung, Bapak Anand Krishna cocok untuk menjadi salah satu ketua DPP PDI perjuangan. Karena apa yang disentuh adalah hal yang menjadi dasar yang ada dalam partai. Saat ini PDIP bercita-cita menjadi rumah kebangsaan yang besar. Maka dalam gerak langkah sering bertentangan, bersentuhan, berlawanan dengan partai lain. PDIP yakin tidak akan pernah mundur dalam hal itu.
Kenapa saat ini orang melihat PDIP menjadi sebuah ancaman? Tidak dimungkiri konsolidasi PDIP ini berjalan dengan baik. Karena berjalan dengan baik ini selalu diganggu. Salah satu bukti nyata adalah peristiwa di Sulawesi selatan. kenapa orang takut PDIP dipimpin oleh Palaguna di Sulawesi selatan? Kalau dilihat dengan mata jernih? Mana Gubernur dan Bupati yang tidak diambil oleh PDIP di Indonesia Timur? Papua, Irian Jaya Barat, Maluku, Sulawesi, Maluku Utara dst..
Berita2 tentang Jembrana, Tabanan, Klungkung dsb ini tidak bisa dilihat semata2 persoalan kecil. Ini ada keinginan orang ingin mengganggu dan memecahbelah. Contoh ketika Tabanan begitu kompak dengan Bupatinya pak Adi dan Wakil Bupatinya. Ketika Jembrana maju menjadi contoh di Republik ini. Di Gianyar, di Badung pasti kita akan menghadapi persoalan. Maka Bali skrg sedang dicoba. Karena orang kuatir Bali yang menjadi rumah PDIP basisnya tetap dikuasai PDIP.
Ketika Bapak Pramono Anung ditunjuk sebagai sekjen partai, beliau mengatakan partai ini harus dibangun sistemnya tidak bisa semata2 mengandalkan ketokohan saja Bapak Pramono Anung menjanjikan kepada Bapak Anand Krishna dan untuk bangsa ini bahwa PDIP terkadang menjadi fundamentalis untuk nasionalis. PDIP sangat fundamentalis dalam rancangan UU anti pornografi dan pornoaksi. PDIP die hard mengatakan bahwa itu dilanjutkan maka republik ini akan mengalami perpecahan.
Ini adalah rembesan yang dilakukan oleh kelompok2 yang ingin menjadikan perda peraturan daerah misalnya perda syariat Islam. Menurut Pramono Anung, beliau ingin mengendor partai2 nasionalis partai2 yang besar yang menang kenapa perda itu bisa diloloskan? Dan ini juga disampaikan secara terbuka kepada ketua umumnya yang juga pejabat tinggi negara mengapa ini juga bisa terjadi? Kalau mengaku partai yang nasionalis, partai yang menjunjung tinggi pancasila. Dan untuk itu PDIP akan melakukan die hard.
Maka saat ini karena pilkada kuat maka persoalan Jakarta, Banten dan Jawa barat PDIP bersungguh-sungguh. Tidak boleh gubernur ini datang dari orang yang tidak nasionalis kalau itu terjadi, Jakarta itu adalah pusat episentrumnya politik republik ini akan merembes kemana2.
Bapak Pramono Anung terkejut dengan apa Yang dikatakan pak Anand, sungguh Bapak Anand Krishna belajar banyak hal tentang Bung Karno yang beliau yakin warga PDIP saja tidak belajar banyak tentang tentang Bung Karno. Bung karno mengajarkan tentang banyak hal tentang ajaran Pancasila, Trisakti, tentang hukum bebas aktif dan dalam banyak buku beliau mengajarkan bahwa Indonesia akan tetap akan ada kalau Indonesia bertopang pada jati diri. Maka kalau RUU APP diundangkan ini karena dua kutub yang saling tarik menarik yang ada. Ketika dulu ingin menarik kebarat-baratan dengan kapitalisme, materialisme yang ada maka sekarang ingin menarik kearab-araban.
Negara Indonesia punya jati diri negara Indonesia menjadi seperti saat ini karena nenek moyang. Apakah budaya Bali harus diganti dengan rebana? Tidak .. Budaya Bali adalah budaya yang membesarkan kita. Budaya-budaya yang ada yang menjadi kekayaan republik ini harus dijaga. Yang paling penting bagi Partai PDIP adalah kebenaran bagi Rakyat. Apapun yang dilakukan selagi legal formalnya di lakukan dan tujuannya bagi rakyat bukan kepentingan Bupati atau wakil Bupati atau DPRD. Semata-mata hanya untuk membuka lapangan kerja.
Dalam banyak hal presiden tidak boleh ditekan oleh siapapun. Termasuk partai terbesarpun. Kalau ukurannya rakyat tidak puas maka rakyat tidak akan memilih presiden langsung. Bangsa ini sudah lama dipimpin oleh orang yang rumit, sudah waktunya kita secara lugas tidak boleh ragu2.
Bapak Pramono Anung setiap saat membaca buku-buku Bapak Anand Krishna, menurutnya Bapak Anand Krishna adalah orang yang dalam bahasa Arab adalah Haubul minallah dan seorang rohaniawan yang egaliter, terbuka, jernih. “Walaupun saya seorang Muslim saya menganggap Bapak adalah salah seorang guru Saya. Trimakasih Tabanan telah dipertemukan dengan Bapak Anand Krishna”. Demikian sambutan beliau menutup acara pelantikan tersebut. (chica)

