Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud.
“Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony.”
Bali, indonesiaexpose.co.id — Perayaan Hari Yoga Sedunia yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai manfaat Yoga bagi kesehatan dan kesejahteraan hidup. Dalam rancangan resolusinya, PBB menegaskan pentingnya individu maupun masyarakat memiliki pilihan hidup yang lebih sehat melalui penerapan pola hidup yang lebih baik. Yoga dipandang sebagai pendekatan yang holistik terhadap kesehatan dan kesejahteraan, bukan sekadar latihan fisik semata.
Pandangan tersebut sejalan dengan apa yang selama ini disampaikan oleh Guruji Anand Krishna, seorang humanis spiritual yang telah menulis lebih dari 200 judul buku. Menurut beliau, Yoga adalah Way of Life atau gaya hidup. Karena itu, Yoga tidak hanya terbatas pada praktik asana (olah tubuh), tetapi juga mencakup pengelolaan energi, pikiran, emosi, intelegensia, dan pengembangan spiritual secara menyeluruh.
Pendekatan Yoga yang holistik ini semakin relevan sebagai solusi atas berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat modern. Dewasa ini, tantangan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental yang terus meningkat, terutama setelah pandemi Covid-19. Secara global, kesehatan mental telah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian besar.
Sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati Hari Yoga Internasional 2026, Yayasan Anand Ashram, yang telah berafiliasi dengan PBB sejak tahun 2006, menyelenggarakan One Earth Yoga & Meditation Festival (OEYMF) ke-18 pada Minggu, 21 Juni 2026, di Anand Ashram Ubud. Festival tahun ini mengusung tema “Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony.”
Tema tersebut mengingatkan bahwa harmoni global hanya dapat terwujud apabila manusia terlebih dahulu menemukan kedamaian dalam dirinya. Kedamaian batin itu dicapai melalui pelaksanaan Yoga dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebuah pola hidup yang utuh dan berkesinambungan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Boddhicitta Hall beserta area taman di sekitarnya dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Para peserta mancanegara tersebut berbaur dengan peserta lokal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Ubud, Tabanan, Singaraja, serta para siswa muda serta alumni dari One Earth School, Sekolah Satu Bumi yang didirikan oleh Anand Krishna.
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video profil Anand Ashram, yang dilanjutkan dengan tayangan mengenai dialog Ma Archana dengan Guruji Anand Krishna tentang Yoga sebagai jalan hidup yang holistik. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode latihan yang memadukan asana, pengaturan napas, meditasi, serta afirmasi positif sebagaimana dijabarkan dalam buku Yoga Sutra Patanjali dan Live Yoga karya Guruji Anand Krishna.
Usai sesi Yoga, peserta mengikuti Mantra Chanting Meditation, yang kemudian dilanjutkan dengan Agnihotra Fire Purification dan Nawa Graha Arati. Namun, suasana perayaan tidak berhenti pada praktik-praktik spiritual tersebut. Acara mencapai puncaknya dalam sebuah perayaan kebersamaan melalui tarian dan nyanyian yang terinspirasi dari budaya Sunda Sindhu Saraswati.

