full screen background image

Samskriti Sindhu, Pesta Budaya Warga Bumi

Berkumpul Bersama Merayakan Perbedaan sebagai Satu Keluarga Umat Manusia

“Dengan segala perbedaan yang ada di antara kita, kita semua adalah Satu Keluarga Dunia.
Kita berbagi bumi yang sama, langit yang sama, dan kita adalah satu umat manusia.
Mari kita merayakan Satu Keutuhan ini, Kesatuan ini!”

Budaya Kita – Budaya Umat Manusia – adalah satu dan sama.
Mari rayakan untuk mengingat akan
akar budaya kita yang sama,
ini adalah doa saya yang terus menerus…”

Anand Krishna

Apapun agama-mu, suku-mu, ras-mu, adat-mu, latar belakang-mu apapun diri-mu, kita adalah satu keluarga umat manusia. Semua berkumpul untuk merayakan perbedaan dengan tarian, nyanyian, diskusi, permainan, roleplay, dan berbagai pentas seni lainnya.

Info/WA 08788 511 1979

Biaya Rp. 35.000,- untuk konsumsi

Jadwal 1 -2 Bulan Sekali di

Apa itu Samskriti Sindhu?

Samskriti adalah bahasa sanskrit untuk Budaya yang bertujuan menumbuhkembangkan nilai-nilai luhur kemanusiaan di dalam diri.

Sindhu sejatinya adalah suatu nama peradaban besar (Sindhu Valley atau Sindhu Civillization), tetapi saat ini merupakan nama sungai di Propinsi Sindh, Pakistan, yaitu Sungai Sindhu. Dan reruntuhannya masih ada di Pakistan, yaitu Mohenjo-daro.

Sindhu dalam bahasa Sanskrit berarti Laut karena sungat tersebut pada masa lalu sangat besar dan lebar sekali.

Peradaban yang sangat agung dan mulia ini pada masa 8.000 tahun yang lalu (bisa dilihat di peta Ancient World pada masa itu, saat belum terpisah oleh laut) membentang dari sebagian negara modern Iran, Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Tibet, negara-negara di Asia Tenggara, termasuk kepulauan kita (nusantara) hingga perbatasan Australia. Kita semua mewarisi akar budaya yang sama, peradaban yang sama, filsafat hidup atau Dharma yang sama yang bersifat Sanatana, Sama, Langgeng, Abadi.

Banyak sekali para pedagang datang ke sana untuk berdagang. Kebanyakan dari mereka menyebut daerah tersebut adalah Hindustan. Tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai Sinthu (oleh pedagang dari negeri Cina), Hindu (oleh Sejarawan Arab), Indus, Indies, Indo (oleh negeri Barat), Hindia atau apapun sebutannya adalah peradaban tertua di dunia yang masih bertahan hingga saat ini.

Dan saat ini, peradaban Sindhu sudah menjadi reruntuhan yang bisa dilihat di Pakistan. Walaupun begitu, pengaruhnya masih ada, kita bisa melihat sendiri di Indonesia apakah itu dari Jawa, Sunda, Aceh, Minang dan daerah-daerah lain memiliki akar budaya yang mirip sekali, seperti tata cara dan pakaian dalam perkawinan dan sebagainya. Jadi kalau ada kemiripan, bukan berarti kita mengimpor dari India atau Pakistan. Memang kita semua berasal dari peradaban yang sama.

Kepercayaan-kepercayaan asli di seluruh wlayah peradaban ini-termasuk nilai-nilai unggul dalam budaya-budaya kuno di seluruh dunia bersumber dari satu induk yang sama. Bahkan kata Indigenous bagi Pribumi atau Warga Bumi, dalam bahasa Inggris yang berasal dari Latin pun merujuk pada Indie, Indos, Indus, Sindhu.

Apa tujuan dari Samskriti Sindhu?

Samskriti Sindhu atau Pesta Budaya Warga Bumi bertujuan untuk mengingatkan bahwa kita semua berasal dari satu peradaban yang sama. Walaupun kita terlihat berbeda, tetapi esensinya satu, akarnya satu.  Sehingga kita mampu menjalani hidup yang dapat dibanggakan sebagai seorang Manusia. Seorang Warga Bumi yang hidupnya adalah madah indah pelayanan dan pengabdian terhadap bukan saja sesama umat manusia, tetapi sesama makhluk, sesama wujud-wujud kehidupan.

Apakah Kita Sadar akan Samskriti Sindhu, Budaya Luhur Warga Bumi-bagaimana seorang Warga Bumi menjalani hidupnya sejak bagun pagi hingga beristirahat di malam hari? Sejak lahir hingga mengakhiri persinggahannya di dunia ini? Bekal apa yang dipersiapkan untuk perjalanan selanjutnya?

Pesta ini bukan pesta biasa, tetapi sebagai sarana memahami dan kembali pada akar budaya bahwa kita semua berasal dari satu peradaban yang sama., kita adalah warga bumi, kita adalah umat manusia Walaupun kita terlihat berbeda, tetapi esensinya satu, akarnya satu. Sehingga kita mampu menjalani hidup sebagai Warga Bumi yang hidupnya adalah madah indah pelayanan dan pengabdian terhadap bukan saja sesama umat manusia, tetapi sesama makhluk, sesama wujud-wujud kehidupan.

Samskriti Sindhu ini adalah salah satu bagian dari Yoga, yaitu Bhakti Yoga untuk mengekspresikan rasa syukur, merayakan kesatuan dan persatuan sebagai warga bumi tanpa sekat suku, agama, ras, adat, latar pendidikan.

Kita semua tinggal di Satu Bumi, Satu Langit, dan Satu Kemanusiaan – One Earth, One Sky, One Humankind.

Untuk lebih lengkapnya, Bapak Anand Krishna menulis buku tentang “Samskriti Sindhu” dan bisa di beli di BooksIndonesia.com,  Klik di sini.

Seperti apa acara Samskriti Sindhu?

Dan untuk mengetahui seperti apa acara ini, ada video pada saat memperingati HUT Yayasan Anand Ashram ke 28 di Ubud, 14 Januari 2018, dihadiri Gubernur Bali dan para Tokoh-tokoh penting.

Video Peresmian Museum Samskriti Sindhu (Warga Bumi)

Video Tarian dan Nyanyain dari Peradaban Besar Sindhu (Warga Bumi)

Ingin ikutan acaranya? Silahkan jangan sungkan untuk bertanya di
08788 511 1979