full screen background image
Search
Saturday 28 November 2020
  • :
  • :

Anand Krishna Beri Penjelasan Tentang Kesehatan Mental Dari Sudut Pandang Holistik

Kejadian yang menimpa bintang film Sushant Singh mengejutkan banyak pihak, pangkal masalah yang menimpa artis Bollywod ini penyebabnya adalah depresi dan kesehatan mental. Kesehatan mental ini menjadi pembahasan yang kerap kali dibahas dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, apa sebenarnya kesehatan mental ini dan seberapa berbahaya kesehatan mental ini.

Di dalam salah satu sesi live di YouTube, Bapak Anand Krishna berkenan menjelaskan tentang kesehatan mental melalui sudut pandang holistic. Mari sama-sama kita simak apa yang Beliau jelaskan melalui video berikut ini:

 

 

 

Meditasi Adalah Solusi Dalam Mengatasi Kesehatan Mental

Di dalam video diatas, Bapak Anand Krishna memberikan solusi dalam mengatasi kesehatan mental yaitu melalui meditasi dan support grup. Bagi Anda yang ingin mempelajari meditasi bisa memulainya melalui buku, Bapak Anand Krishna berbagi pengalaman Beliau sembuh dari penyakit leukimia  melalui praktek meditasi dan Yoga, pengalaman terebut dapat di baca melalui buku “Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern

Buku tersebut juga memberikan panduan meditasi yang telah diracik sedemikian rupa oleh Bapak Anand Krishna untuk kebutuhan orang modern. Berikut ini sedikit penjelasan dari dalam buku “Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern” tentang lapisan kesadaran manusia.

 

Buku “Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern” untuk pembelian WA Order: 087885111979

 

Lapisan-Lapisan Kesadaran manusia terdiri dari atas:

  1. Lapisan Annmaya Kosha atau Kesadaran Jasmani. Lapisan ini sangat tergantung pada anna atau saja yang kita makan, kita konsumsi—khususnya serealia, yakni beras, gandum, dan sebagainya.
  2. Lapisan Pranamaya Kosha atau Kesadaran Psikis/Energi yang merupakan Prana, Life Force, atau Aliran Kehidupan dalam diri kita. Ini terkait dengan pernapasan kita, dengan cuaca di luar, dengan musim, dan dengan kadar kelembapan, dan sebagainya.
  3. Lapisan Manomaya Kosha, Mind, atau Gugusan Pikiran dan Perasaan. Dari sudut pandang Yoga dan Mistisisme atau Psikologi Timur, bukan saja pikiran, tetapi emosi/perasaan, harapan, keinginan, kemauan, mimpi, bahkan imajinasi, halusinasi, dan sebagainya adalah bagian dari lapisan ke tiga ini.
  4. Lapisan Vijnanamaya Kosha atau Intelegensi. Ini adalah fakultas yang umumnya paling minim perkembangannya. Saat ini, kita hamper sepenuhnya masih terkendali oleh manomaya kosha, mind, atau gugusan pikiran dan perasaan. Adapun Intelegensi bukanlah Intelektualitas atau Kecendikiaan yang dapat diperoleh dari Pendidikan. Intelegensi adalah Kemanusiaan dalam diri Manusia, yang perkembangannya secara utuh sangat tergantung pada terlampauinya gugusan pikiran dan perasaan, mind, atau lapisan ke tiga. Bahkan, suatu ketika, dengan meditasi lapisan ke tiga atau mind bisa bertransformasi total menjadi Intelegensi.
  5. Lapisan Anandmaya Kosha Kebahagiaan Sejati, Langgeng, dan Abadi. Inilah Lapisan Spiritual. Ketika ke empat lapisan kesadaran sebelumnya sudah berkembang, maka terjadilah pengembangan lapisan kesadaran ke lima secara spontan, secara otomatis. Saat itu, barulah seorang manusia menyadari kesejatian dirinya, maksud serta tujuan hidupnya. Saat itulah meraih kebahagiaan sejati, langgeng, dan abadi.

Pengembangan Kelima Lapisan Kesadaran tersebut secara utuh mengutuhkan hidup manusia. Sebab setiap lapisan kesadaran memiliki ciri dan kualitas yang khas, dan memengaruhi diri manusia secara khas pula.

Misalnya:

Ketika Hanya Lapisan Kesadaran Pertama atau Kesadaran Jasmani yang berkembang, mqka manusia menganggap dirinya lain, berbeda dari sesama manusia.

Ia menganggap superior apa saja yang terkait dengan dirinya, sementara segala sesuatu yang tidak terkait dengan dirinya dianggapnya inferior, berkualitas rendah, bermutu rendah

Ketika Lapisan Kesadaran Ke dua yang terkait dengan prana atau aliran kehidupan, energi, psikis mulai berkembang, maka, makai a baru “mulai merasakan” kebersamaan.

Ia menjadi “sedikit kurang” egois. Sesungguhnya, hanya mereka yang telah “sedikit berkembang” lapisan kesadarannya yang ke dua ini yang dapat menjalin hubungan dengan orang lain. Bisa berinteraksi dengan sesame.

Dengan Berkembangnya Lapisan Kesadaran Ke tiga, manusia baru menjadi lebih mindful. Perilakunya tidak sembrono. Ia mulai berpikir, berperasaan.

Namun, ada kalanya seorang yang mindful juga menjadi sangat egois. Dalam arti mengnakan seluruh kemampuannya untuk memperkaya atau menguntungkan diri, keluarga, kelompok, umat, atau apa saja yang dianggapnya sebagai perpanjangan dirinya.

Ketika menghadapi pilihan antara kepentingan umum atau kepentingan kelompoknya, maka ia akan menempatkan kepentingan kelompoknya, keluarganya di atas kepentingan umum.

Dalam Tahap Perkembangan Lapisan Ke empat atau Intelegensi, barulah kemanusiaan dalam diri manusia mulai berkembang

Ia baru bisa memilah antara apa yang sekadar menyenangkan, menyamankan, dan apa yang sungguh membahagiakan.

Ia mulai melihat sesame makhluk hidup sebagai bagian dari kehidupan yang utuh, dari suatu living organism yang sama. Ia tidak bisa lagi menikmati daging “sesama makhluk hidup”.

Ia tidak bisa lagi hanya menyayangi kucing atau anjing yang menjadi binatang peliharaannya, sementara ikan, kambing, sapi, ayam, dan hewan-hewan lain masih menjadi santapannya.

Pun ia tidak akan mencemari lingkungan atau udara dengan segala ulahnya yang tidak bertanggung jawab, termasuk dengan kebiasaannya merokok.

Terakhir, Perkembangan Lapisan Kesadaran Ke Lima menyadarkan manusa akan kesejatian dirinya. Bahwasanya ia bukanlah ciptaan yang tertinggi dan termulia, atau sekadar manusia biasa. Tetapi ia berasal dari suatu Sumber yang sama, yang mana juga menjadi sumber segala bentuk, semua wujud ciptaan lainnya.

Demikia, ia meraih kebahagiaan sejati, hidup menjadi suatu perayaan.