full screen background image

Panduan Meditasi Enteng Jodoh

Panduan Meditasi Enteng Jodoh dari Anand Krishna, Cocok Bagi Mereka Yang Sedang Mendambakan Pemekaran Cinta Kasih Dalam Diri

Ada yang mengejutkan dimana tidak seperti biasanya, Bapak Anand Krishna berkenan membahas tentang Jodoh. Bahkan Beliau juga memberikan panduan meditasi agar enteng jodoh, ini adalah suatu pembahasan yang jarang sekali Beliau sampaikan.

Di dalam video yang berjudul “Meditasi Cinta: Mencari Jodoh vs Menemukan Cinta Sejati”, Beliau memberikan resep panduan meditasi enteng jodoh. Mari sama-sama kita lihat video panduan tersebut dan semoga video tersebut bisa bermanfaat yang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin menumbuhkan dan mengembangkan cinta kasih.

 

 

Panduan Meditasi Mengembangkan Kesadaran dan Cinta Kasih 

Bapak Anand Krishna sudah jarang sekali memberikan pelatihan meditasi secara langsung, kelas-kelas meditasi yang diselenggarakan di Ashram Beliau diberikan oleh fasilitator yang sudah mendapatkan pelatihan khusus oleh Beliau. Kalaupun Beliau memberikan pelatihan meditasi itupun hanya dalam even-even khusus, seperti dalam workshop atau bedah buku dan even-even khusus lainnya.

Beruntung bagi mereka yang belum pernah mendapatkan bimbingan meditasi langsung dari Beliau, karena Beliau berkenan memberikan panduan meditasi secara online. Berikut ini adalah video panduan meditasi langsung dari Beliau, silahkan pejamkan mata dan ikuti bimbingan meditasi yang Beliau sampaikan di dalam video.

 

 

Manusia Memiliki beberapa lapisan kesadaran yang dibawa sebagai bekal sejak lahir. Akan tetapi semua manusia berhasil mengembangkan semua lapisan kesadaran dalam diri manusia adalah pengalaman yang tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan membutuhkan latihan.

Lapisan-Lapisan Kesadaran manusia terdiri dari atas:

  1. Lapisan Annmaya Kosha atau Kesadaran Jasmani. Lapisan ini sangat tergantung pada anna atau saja yang kita makan, kita konsumsi—khususnya serealia, yakni beras, gandum, dan sebagainya.
  2. Lapisan Pranamaya Kosha atau Kesadaran Psikis/Energi yang merupakan Prana, Life Force, atau Aliran Kehidupan dalam diri kita. Ini terkait dengan pernapasan kita, dengan cuaca di luar, dengan musim, dan dengan kadar kelembapan, dan sebagainya.
  3. Lapisan Manomaya Kosha, Mind, atau Gugusan Pikiran dan Perasaan. Dari sudut pandang Yoga dan Mistisisme atau Psikologi Timur, bukan saja pikiran, tetapi emosi/perasaan, harapan, keinginan, kemauan, mimpi, bahkan imajinasi, halusinasi, dan sebagainya adalah bagian dari lapisan ke tiga ini.
  4. Lapisan Vijnanamaya Kosha atau Intelegensi. Ini adalah fakultas yang umumnya paling minim perkembangannya. Saat ini, kita hamper sepenuhnya masih terkendali oleh manomaya kosha, mind, atau gugusan pikiran dan perasaan. Adapun Intelegensi bukanlah Intelektualitas atau Kecendikiaan yang dapat diperoleh dari Pendidikan. Intelegensi adalah Kemanusiaan dalam diri Manusia, yang perkembangannya secara utuh sangat tergantung pada terlampauinya gugusan pikiran dan perasaan, mind, atau lapisan ke tiga. Bahkan, suatu ketika, dengan meditasi lapisan ke tiga atau mind bisa bertransformasi total menjadi Intelegensi.
  5. Lapisan Anandmaya Kosha Kebahagiaan Sejati, Langgeng, dan Abadi. Inilah Lapisan Spiritual. Ketika ke empat lapisan kesadaran sebelumnya sudah berkembang, maka terjadilah pengembangan lapisan kesadaran ke lima secara spontan, secara otomatis. Saat itu, barulah seorang manusia menyadari kesejatian dirinya, maksud serta tujuan hidupnya. Saat itulah meraih kebahagiaan sejati, langgeng, dan abadi.

Pengembangan Kelima Lapisan Kesadaran tersebut secara utuh mengutuhkan hidup manusia. Sebab setiap lapisan kesadaran memiliki ciri dan kualitas yang khas, dan memengaruhi diri manusia secara khas pula.

Misalnya:

Ketika Hanya Lapisan Kesadaran Pertama atau Kesadaran Jasmani yang berkembang, mqka manusia menganggap dirinya lain, berbeda dari sesama manusia.

Ia menganggap superior apa saja yang terkait dengan dirinya, sementara segala sesuatu yang tidak terkait dengan dirinya dianggapnya inferior, berkualitas rendah, bermutu rendah

Ketika Lapisan Kesadaran Ke dua yang terkait dengan prana atau aliran kehidupan, energi, psikis mulai berkembang, maka, makai a baru “mulai merasakan” kebersamaan.

Ia menjadi “sedikit kurang” egois. Sesungguhnya, hanya mereka yang telah “sedikit berkembang” lapisan kesadarannya yang ke dua ini yang dapat menjalin hubungan dengan orang lain. Bisa berinteraksi dengan sesame.

Dengan Berkembangnya Lapisan Kesadaran Ke tiga, manusia baru menjadi lebih mindful. Perilakunya tidak sembrono. Ia mulai berpikir, berperasaan.

Namun, ada kalanya seorang yang mindful juga menjadi sangat egois. Dalam arti mengnakan seluruh kemampuannya untuk memperkaya atau menguntungkan diri, keluarga, kelompok, umat, atau apa saja yang dianggapnya sebagai perpanjangan dirinya.

Ketika menghadapi pilihan antara kepentingan umum atau kepentingan kelompoknya, maka ia akan menempatkan kepentingan kelompoknya, keluarganya di atas kepentingan umum.

Dalam Tahap Perkembangan Lapisan Ke empat atau Intelegensi, barulah kemanusiaan dalam diri manusia mulai berkembang

Ia baru bisa memilah antara apa yang sekadar menyenangkan, menyamankan, dan apa yang sungguh membahagiakan.

Ia mulai melihat sesame makhluk hidup sebagai bagian dari kehidupan yang utuh, dari suatu living organism yang sama. Ia tidak bisa lagi menikmati daging “sesama makhluk hidup”.

Ia tidak bisa lagi hanya menyayangi kucing atau anjing yang menjadi binatang peliharaannya, sementara ikan, kambing, sapi, ayam, dan hewan-hewan lain masih menjadi santapannya.

Pun ia tidak akan mencemari lingkungan atau udara dengan segala ulahnya yang tidak bertanggung jawab, termasuk dengan kebiasaannya merokok.

Terakhir, Perkembangan Lapisan Kesadaran Ke Lima menyadarkan manusa akan kesejatian dirinya. Bahwasanya ia bukanlah ciptaan yang tertinggi dan termulia, atau sekadar manusia biasa. Tetapi ia berasal dari suatu Sumber yang sama, yang mana juga menjadi sumber segala bentuk, semua wujud ciptaan lainnya.

Demikia, ia meraih kebahagiaan sejati, hidup menjadi suatu perayaan.