full screen background image

Anand Krishna Menjelaskan Pentingnya Vegetarian

Anand Krishna Menjelaskan Pentingnya Diet Vegetarian Bagi Kesehatan dan Perkembangan Spiritual

 

Anand Krishna tokoh spiritual humanis Indonesia, yang juga dikenal sebagai penulis ratusan judul buku yang bertemakan tentang Meditasi, Yoga, Kebudayaan dan Pembedayaan Diri. Pada suatu kesempatan Beliau berkenan berbagi pengetahuan terkait dengan vergetarian dan kenapa vegetarian itu menjadi penting untuk kesehatan dan juga perkembangan spiriutl.

Melalui video yang berjudul “Kenapa Harus Beralih ke Diet Vegetarian/Vegan? Beliau menjelaskan tentang vegeratian dengan mendalam, mari sama-sama kita simak penjelasan beliau terkait dengan vegetarian tersebut.

 

 

 

Tumbuhan itu tumbuh bukannya lahir. Manusia dan binatang itu lahir dan punya ibu.

Tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang kita petik daun-daunnya mereka tetap tumbuh dan tidak langsung mati.  Kita tidak membunuh pohonnya, kita mengambil daunnya dan daunnya atau pohon tersebut masih bisa tetap hidup. Tanaman tersebut masih bisa hidup karena masih ada energi bukan mind seperti yang ada dalam binatang dan manusia.

Di dalam tumbuhan, peran mind sangat minim berbeda dengan manusia dan binatang mindnya cukup aktif. Binatang punya perasaan dan keterikatan juga dengan ibunya, anaknya dan saudaranya tidak seperti tumbuhan yang tidak punya perasaan sehalus itu.

Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menjadi vegetarian. Bila seseorang sudah menjadi compassionate, silakan berfikir untuk menjadi vegetarian atau tidak. Menjadi vegetarian berkaitan dengan meditasi.

Bila kita ingin menjadi meditator dan hidup berkesadaran lalu menjadi vegetarian, akan timbul rasa kasih sayang.

 

Maa Archana: Berarti menjadi vegetarian bukan hanya tidak makan makanan yang hidup karena tumbuhan juga hidup.

 

Anand Krishna : Kita harus membedakan antara prana (energi) dengan mind yang fully developed dalam manusia dan mind yang juga developed dalam binatang. Contohnya: ikan Arwana yang lebih sensitif daripada kita.

Ada penelitian yang menyebutkan bila kita punya ikan Arwana, lalu orang yang berada di rumah tersebut stress, ikan tersebut bisa ikut stress.

Ada petuah yang berbahasa Sanskrit bahwa sesuatu yang memiliki wajah dan lahir dari rahim ibu, harus kita hindari karena mindnya sudah hampir menyerupai manusia.

 

Maa Archana: Jadi, walaupun tumbuhan juga makhluk hidup dan tumbuh, namun kita tidak mungkin tidak makan sama sekali.

 

Anand Krishna: Kita harus meminimalkan. Guru saya selalu mengingatkan ceiling on our desire.  Kita tidak dapat hidup tanpa desire sama sekali, kita tidak bisa hidup tanpa makan.

Bagaimana  kita bisa meminimize, kita makan sesuatu yang tidak merugikan diri kita sendiri karena bila kita makan binatang, hewan, mind binatang tersebut mempengaruhi kita.

Bila kita mengambil buah dari pohon, kita tidak membunuh pohon tersebut. Ia masih bisa hidup, berbeda dengan hewan yang disembelih, dia langsung mati.  Binatang punya emosi yang hampir menyerupai manusia. Pikirannya mungkin tidak begitu berkembang, namun perasaannya, emosinya, cinta terhadap anaknya dan sebagainya itu sama seperti pada manusia.

 

Maa Archana: Berkaitan dengan pikiran, apakah makanan-makanan ini mempengaruhi pikiran kita?

 

Anand Krishna: Ya, apa pun yang kita makan akan mempengaruhi energi kita kemudian mempengaruhi pikiran kita, intelejensia kita juga terpengaruh dan kemudian mempengaruhi perkembangan spiritual kita.

Jadi, apa pun yang kita makan itulah konsekuensinya. Silakan makan daging, pikiran kita akan lebih banyak rajasik dan tamasik.

Kalau tiap hari makan daging pasti malas, sesekali makan daging menjadi aktif tapi bisa juga jadi hiper aktif. Kalau satvik, akan menjadi kalem, tetap mendapatkan dinamisme dari sayur-sayuran yang mengandung unsur api.

 

Maa Archana: Bila makanan mempengaruhi kualitas pikiran kita, berarti alam benar-benar sudah menyediakan, sudah ada intelejensia tersendiri. Seperti orang-orang yang tinggal di Eskimo, tidak ada tumbuhanm namun mereka butuh panas dalam tubuh untuk beraktifitas.

 

Anand Krishna : Di Tibet pun demikian. Jadi tergantung pada di mana kita berada. Bila kita berada di negeri tropis seperti ini, kita sebenarnya tidak butuh daging.